Archive for the 'Cermin' Category

14
Jan
09

SONG FOR GAZA : “We will not go down”

Untuk teman-teman semua, saya ingin menyampaikan surat dari Mas Michael Heart. Di bawah ini suratnya :
Lanjutkan membaca ‘SONG FOR GAZA : “We will not go down”’

Iklan
28
Des
08

Sumpah, ini Ubuntu 8.10



desk, originally uploaded by erwan3003.

Agak sulit memang untuk menjelaskan kepada Anda semua bahwa ini adalah Intrepid Ibex alias Ubuntu 8.10. Tapi itulah yang terjadi, desktopnya yang indah terpaksa saya kostumisasi menjadi buruk rupa, dengan harapan wajahnya bisa semirip mungkin dengan Windows XP. Sungguh merupakan sebuah perbuatan yang kurang terpuji. Kepada para pembaca semua, tolong jangan diikuti. 😀

01
Des
08

Smiling Sky



smiling_sky, originally uploaded by erwan3003.

Smiling Sky, The Picture taken by Danu Putra Wijaya with Lumix DMC -FX10 at December 1, 2008.

31
Okt
08

The Inner Light

Without going out of my door
I can know all things of earth
Without looking out of my window
I could know the ways of heaven

Lanjutkan membaca ‘The Inner Light’

28
Okt
08

Lebaran Sell

Lebaran_Sell, originally uploaded by erwan3003.

Rakyat Karangtalun merayakan hari Lebaran dengan suka cita. Janur kuning, ketan, kelapa, jadilah ketupat.

01
Jun
08

Pancasila

Dalam sejarah berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, tertulislah kisah tentang lahirnya azas atau dasar negara Indonesia yaitu Pancasila, yang artinya hari ini ( 1 Juni ) telah resmi disebut sebagai Hari Kelahiran Pancasila. Pidato tak tertulis Ir. Soekarno di depan Dokuritu Zyunbi Tyoosakai pada tanggal 1 Juni 1945 ketika sidang membicarakan “Dasar (Beginsel) Negara kita”, merupakan alasan penetapan 1 Juni sebagai Hari Kelahiran Pancasila.
Lanjutkan membaca ‘Pancasila’

21
Apr
08

DOOR DUITERNIS TOT LICHT

Raden Ayu KartiniSetelah lebih dari seabad pergolakan jiwa R.A. Kartini, tinta-tinta sejarah masih belum terang menulis perjalanan hidup Kartini. Bahkan cita-cita Kartini belum terbaca dengan fasih oleh kaumnya hari ini. Ide egalitarian yang sangat meresahkan Kartini bukanlah topik utama media hari ini bahkan ketika membahas tentang Kartini.

Ide egalitarian itu tersirat dalam surat Kartini kepada Estalle Zeehandelaar (tertanggal 18 Agustus 1899), “Sesungguhnya adat sopan santun kami orang Jawa amatlah rumit. Adikku harus merangkak, bila hendak berlalu dihadapanku. kalau adikku duduk di kursi, saat aku lalu, haruslah ia turun duduk di tanah dengan menundukkan kepala sampai aku tak terlihat lagi. Mereka hanya boleh menegurku dengan bahasa kromo inggil. Tiap kalimat haruslah diakhiri deagan “sembah”. Berdiri bulu kuduk, bila kita berada dalam lingkungan keluarga Bumiputera yang ningrat. Bercakap-cakap dengan orang lain yg lebih tinggi derajatnya haruslah perlahan-lahan, jalannya langkah-langkah pendek-pendek, gerakannya lambat-lambat seperti siput. Bila berjalan cepat dicaci orang, disebut sebagai kuda liar. Peduli apa aku deagan segala tata cara itu…..Segala peraturan itu buatan manusia dan menyiksa diriku saja. Kamu tidak dapat membayangkan bagaimana rumitnya etiket keningratan di dunia Jawa itu….
Lanjutkan membaca ‘DOOR DUITERNIS TOT LICHT’