08
Agu
08

Cita-cita Violet (3 dari 3)

Karya : Kahlil Gibran

Seraya menengadahkan kepala dan memandang tragedi yang menimpa bunga-bunga dan pepohonan, salah seorang dari gadis-gadis violet itu tersenyum dengan bahagia dan menyeru teman-temannya, berkata, “Saksikanlah apa yang telah dilakukan prahara terhadap bunga-bunga angkuh itu!” Violet yang lain berkata, “Kita memang kecil dan, dan tinggal berdekatan dengan bumi, tapi kita selamat dari kemarahan langit.” Dan seorang yang ketiga menimpali, “Justru karena kita pendek maka prahara-prahara itu tidak dapat menguasai kita.”

Pada saat itu ratu violet melalui sisinya violet yang berubah itu, dicampakkan ke bumi oleh guntur dan berubah bentuknya di atas rumput basah seperti seorang serdadu kepayahan di suatu medan pertempuran. Ratu violet itu menengadahkan kepalanya dan memanggil keluarganya, sambil berkata, “Lihatlah, anak-anak perempuanku, dan renungkanlah ketamakan violet itu yang telah menjadi setangkai mawar selama satu jam. Ingat-ingatlah peristiwa ini sebagai surat peringatan untuk nasib baikmu.”

Mawar sekarat itu bergerak untuk menghimpun sisa-sisa tenaganya, dan dengan diam-diam dia berkata, “Kau merasa puas dan penurut orang-orang tolol; aku tak pernah gentar akan prahara itu. Kemarin aku pun merasa puas dan senang dengan Sang Hidup, meskipun kepuasan telah bertindak sebagai suatu tabir antara eksistensiku dengan prahara-prahara kehidupan, yang mengikatku kepada suatu ketentraman hambar dan lamban serta ketenangan pikiran. Aku telah dapat hidup dengan dengan kehidupan yang sama yang kau jalani sekarang dengan berpegang teguh kepada ketakutan terhadap bumi… Aku telah mengharapkan musim dingin menyelimutiku dengan salju dan menyerahkan aku kepada kematian, niscaya akan di-hak-i oleh semua violet… Kini aku bahagia karena telah memeriksa sisi luar dunia kecilku menjadi misteri alam semesta… sesuatu yang tak pernah kulakukan. Aku telah melupakan ketamakan, bahwa alam lebih tinggi daripada diriku, tapi seraya aku mendengarkan kesunyian malam, kudengar dunia yang menyenangkan berbicara kepada dunia yang profan ini, berkata, “Cita-cita di seberang eksistensi adalah tujuan dari kemakhlukan kita.” Pada saat itu jiwaku memberontakdan hatiku mendambakan suatu posisi yang daripada eksistensiku yang terbatas. Aku sadar bahwa jurang ngarai yang dalam sekalipun tak dapat mendengar nyanyian bintang-gemintang, dan pada saat itu aku mulai bertempur melawan kekerdilanku dan mengidamkan yang tak kupunyai, sehingga pemberontakanku berubah menjadi suatu kekuatan besar, dan kerinduanku menjadi suatu keinginan penciptaan… Alam, adalah benda-benda besar dari mimpi-mimpi kita yang mendalam, mengabulkan permohonanku dan mengubahku menjadi setangkai mawar dengan jari-jemari magisnya.”

Mawar itu diam beberap saat, dan dengan suara lemah, bercampur dengan kebanggaan dan keberhasilannya, ia berkata, “Aku telah hidup selama satu jam sebagai setangkai mawar yang angkuh; aku telah memandang semesta raya dari balik mawar itu; aku talah mendengar bisikan cakrawala melalui telinga daun-daun mawar. Adakah di sana kehormatan apa saja yang bisa diakui di sini?” Setelah berkata demikian, ia menundukkan kepalanya, dan dengan suara tercekik ia terengah-engah, “Aku akan mati sekarang, karena jiwaku telah mencapai tujuannya. Akhirnya aku telah memperluas pengetahuanku ke suatu dunia di seberang lorong besar terbatas dari kelahiranku. Ini adalah tujuan hidup… ini adalah rahasia eksistensi.” Kemudian mawar itu menggigil, dan menghembuskan napas terakhirnya dengan seulas senyum pengabulan harapan dan tujuan dalam kehidupan… seulas senyum kemenangan… seulas senyum Tuhan.

(Selesai)

Iklan

1 Response to “Cita-cita Violet (3 dari 3)”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: