05
Agu
08

Cita-cita Violet (2 dari 3)

Karya : Kahlil Gibran

Alam mendengarkan percakapan antara violet dan mawar; ia mendekati dan berkata, “Apa yang terjadi padamu, anak perempuanku violet? Biasanya kau manis dan rendah dalam semua perbuatan dan kata-katamu. Apakah ketamakan telah memasuki hatimu dan mematirasakan pengertian-pengertianmu? Dengan suaranya yang memohon violet menjawabnya, sambil berkata, “Wahai ibu yang agung dan mulia, penuh kasih dan simpati, kumohon padamu, dengan segenap hati dan jiwaku, untuk mengabulkan permohonanku dan mengizinkanku untuk menjadi setangkai mawar pada suatu hari kelak?”

Alam menaggapi, “Kau tak tahu apa yang kau cari, kau tak sadar menyembunyikan malapetaka di balik ambisi butamu. Andaikata kau setangkai mawar kau akan menyesal, dan penyesalan akan bermanfaat bagimu kendatipun sia-sia. “Violet bersikeras, “Ubahlah aku menjadi setangkai mawar yang tinggi, karena aku ingin mengangkat tinggi kepalaku dengan bangga; dan tanpa menghiraukan kebencianku, itu akan menjadi perbuatanku sendiri.” Alam mengalah, berkata, “Wahai violet yang bodoh dan memberontak, akan kukabulkan permohonanmu. Tapi jika malapetaka menimpamu, keluhanmu harus kau tanggung sendiri.”

Kemudian Alam meregangkan jari-jemari misterius dan magisnya, menyentuh akar-akar violet, dengan serta-merta menjadi setangkai mawar yang tinggi, bertambah tinggi di atas semua bunga-bunga lain di taman itu.

Pada senja hari, langit menjadi tebal oleh mendung hitam dan elemen-elemen yang tinggi terganggu keberadaannya oleh guntur, dan mulai menyerang taman itu, mencurahkan hujan lebat dan angin keras. Prahara mencabik dahan-dahan dan menumbangkan tanaman-tanaman serta mematahkan tangkai-tangkai bunga yang tinggi, kecuali hanya sedikit tanaman yang tumbuh dekat dengan bumi yang ramah. Kesunyian taman itu sangat menderita karena langit memberontak, dan ketika angin ribut mereda langit kembali cerah, semua bunga-bunga porak-poranda tak satupun dari mereka luput dari kemurkaan Alam kecuali sekelompok violet-violet kecil, terlindungi tembok taman itu.

(Bersambung….)

Iklan

1 Response to “Cita-cita Violet (2 dari 3)”


  1. 28 September 2008 pukul 20:43

    Hidup ini terasa indah bila kita bisa berbagi ke sesama


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: