16
Apr
08

Javanese Alphabet as Poem

The alphabet itself forms a poem, of which the line-by-line translation is as follows:

There (were/was) warriors
(They) had animosity (among each other)
(They were) equally powerful (in fight)
Both (were) dead.

in detail:

hana / ana = there were/was
caraka = warrior (actually, ‘one who is loyal to and trusted by someone’)
data = have/has
sawala = difference (regarding a matter)
padha = same, equal
jayanya = ‘their power’, ‘jaya’ could mean ‘glory’ as well
maga = ‘both’
bathanga = ‘be a dead body’ = ‘die’, since ‘bathang’ = corpse

Iklan

1 Response to “Javanese Alphabet as Poem”


  1. 1 Muhammad LB
    22 April 2008 pukul 11:56

    Dan sebelum wafatnya Kartini, dlm banyak suratnya mengulang kata-kata ” Dari gelap menuju cahaya “, yg ditulis dalam bahasa Belanda sbg ” Door Duisternis Toot Licht “. Sayang-nya, kalimat tersebut diterjemahkan oleh Armijn Pane sebagai “Habis Gelap Terbitlah Terang“, sehingga maknanya yang begitu dalam tidak lagi terlihat.
    Re:tanggapan
    “terjemah oleh Armijn Pane dalam “Habis Gelap Terbitlah Terang“ sudah di lebih sempurnaskan oleh saudara kita dari komunitas maiyahan yg dituangkan dalam “jalan sunyi” dan “sebelum cahaya” lebih konkritnya besok ditanyakan cak nunu saja sebagai bahan diskusi maiyahan bulan depan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: