30
Mar
08

HARI KELAHIRAN

Istilah kelahiran secara umum digunakan untuk menyebut saat kemunculan pertama kali suatu hal di alam dunia. Hal ini tentu saja lebih berkaitan dengan eksistensi kejadian berdasarkan perhitungan waktu. Maka peringatan-peringatan untuk sebuah kelahiran biasanya secara periodik dilaksanakan berdasarkan perhitungan waktu.

Cara menghitung waktu kelahiran yang lazim digunakan masyarakat dunia saat ini adalah dengan penanggalan Masehi, yaitu penanggalan yang dimulai berdasarkan kelahiran Jesus Christus di dunia. Penanggalan Masehi mengacu pada periode edar semu matahari. Dari sistem penanggalan inilah kita saat ini menyebut bulan pertama sebagai Januari, bulan kedua sebagai Pebruari, dan seterusnya hingga bulan keduabelas kita sebut sebagai Desember. Maka berdasarkan perhitungan inilah hari kelahiran saya disebut dengan kalimat 30 Maret 1983, yang artinya saya lahir di hari ke-30, bulan ke-3 (yang disebut sebagai Maret), 1983 tahun setelah kelahiran Jesus Christus.

Penanggalan Masehi (yang walaupun secara resmi digunakan hampir di seluruh penjuru dunia) bukan merupakan satu-satunya sistem penanggalan. Salah satu sistem penanggalan yang lain adalah sistem penanggalan Hijriah, yaitu penanggalan yang dimulai berdasarkan perjalan hijrah Nabi Muhammad SAW bersama ummat dari Makkah menuju Madinah. Penanggalan ini mengacu pada periode edar bulan. Dalam penanggalan ini bulan pertama disebut Muharram, bulan kedua disebut Safar, dan seterusnya hingga bulan keduabelas disebut Dzulhijjah. Maka berdasarkan perhitungan inilah hari kelahiran saya disebut dengan kalimat 15 Jumadil Tsaniah 1403, yang artinya saya lahir di hari ke-15, bulan ke-6 (yang disebut sebagai Jumadil Tsaniah), 1403 tahun setelah perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW. Dalam kalender Jawa, yang merupakan kelanjutan dari kalender Saka, namun mengadopsi perhitungan kalender Hijriah, hari tersebut disebut sebagai 15 Jumadil Akhir 1915.

Saya sendiri lahir dan dibesarkan di desa Karangtalun, yang dalam pembagian geografis Negara Kesatuan Republik Indonesia merupakan bagian dari wilayah kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah. Di tempat ini peringatan kelahiran bukan menggunakan dua perhitungan di atas, peringatan kelahiran di tempat ini menggunakan persinggungan hari dan pasaran. Hari yang saya maksud adalah hari di mana kita biasa menyebut hari pertama sebagai Minggu, hari kedua sebagai Senin, Hari ketiga sebagai Selasa, dan seterusnya hingga hari ketujuh yang kita sebut sebagai Sabtu. Pasaran yang saya maksud adalah 5 hari perhitungan Jawa, di mana hari pertama disebut Kliwon, hari kedua disebut Legi, hari ketiga disebut Pahing, hari keempat disebut Pon, dan hari terakhir atau hari kelima disebut Wage. Maka dengan perhitungan ini saya lahir pada Rebo(Rabu) Kliwon.

Para ibu di Karangtalun memperingati hari kelahiran anaknya 10 kali dalam satu tahun. Sebagai contoh saya lahir Rebo Kliwon, dalam satu tahun Rebo Kliwon terulang sebanyak 10 kali, hal ini dikarenakan periode Rebo Kliwon berputar setiap 35 hari. Maka setiap Rebo Kliwon ibu saya mengundang anak-anak kecil di sekitar rumah untuk berkumpul, dibuatkan makanan sederhana ala kampung dengan nasi tumpeng, gudangan, telur ayam, plus buah pisang. Maka ketika anak-anak sudah berkumpul ibu saya mulai membaca orasi japa mantranya, “Seksenana ya Cah… iki bancakane Erwan“, maka anak-anak menjawab “Nggih….“, “Guwaken tangise….” lanjut ibu, dan anak-anak pun menjawab “Nggih….“, “Guwaken nakale….” dan anak-anak pun menjawab “Nggih….” dan seterusnya. Bancakan akhirnya dibagi, semua mendapatkan bagiannya. Jelas ini jauh lebih indah dibandingkan gaya peringatan kelahiran ala Amerika yang berdasarkan perhitungan Masehi, yang hanya satu kali dalam satu tahun, yang akhirnya orang Indonesia ikut-ikutan dan menyebutnya hari ulang tahun. Sebetulnya istilah hari ulang tahun mengandung kejanggalan, karena dalam bahasa aslinya perayaan ini disebut birthday, yang apabila diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia seharusnya menjadi hari kelahiran bukan hari ulang tahun.

Iklan

7 Responses to “HARI KELAHIRAN”


  1. 1 Santi
    1 April 2008 pukul 02:09

    Emmmmmmmmmmmm….like that???
    boleh nich besok Rebo Kliwon ke tempat MzEr:p

  2. 2 erwansubagyo
    1 April 2008 pukul 04:04

    “Kapan pilihan Lurah?”, tanya saya ke orang Karangtalun, “Minggu wage, pendake suk Minggu wage”, jawab meraka tadi pagi. Klo mo ke Karangtalun ya… silahkan. Rebo Kliwon yang kapan?

  3. 3 linda
    1 Mei 2008 pukul 14:54

    heee….bs aj….
    ku gak begitu percaya ma angka kelahiran.
    gimana dunk???

  4. 4 ranto
    2 Mei 2008 pukul 16:39

    bos ini gw ranto temennya mas atrid yang dulu warnet bangka itu..inget kan? dulu aku pernah minta linux ubuntu itu ma mas erwan..mas erwan sekarang dimana? denger2 dach jadi bos di kampung halaman..bagi2 rahasia donk biar kaya mas…otreee

  5. 7 Oktober 2008 pukul 13:38

    hehehe….. piye kabarmu wan? jane saiki nek ngendi to?

  6. 6 heru wijayanto
    3 Mei 2010 pukul 17:22

    Nice Post…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: