قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami Telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya Pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raaf : 23)
Doa ini dipanjatkan oleh Nabi Adam as. Setelah dirinya tergelincir ke dalam perbuatan dosa, yaitu ketika memakan buah khuldi dari pohon yang terlarang. Peristiwa itu terjadi karena beliau tergoda oleh tipu muslihat iblis, sehingga Nabi Adam dan istrinya, Hawa, diturunkan oleh Allah dari surga ke muka bumi. Kemudian Nabi Adam berdoa dengan doa tersebut di atas.
Demikianlah skenario Allah SWT….. Nabi Adam AS diturunkan ke bumi bukan dalam rangka menjalani hukuman atas kesalahanya, melainkan untuk menjalani tugasnya sebagai Khalifah di muka bumi.


