17
Jun
08

Hujan Bulan Juni

Buah Karya : Sapardi Djoko Damono

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu


2 Tanggapan ke “Hujan Bulan Juni”


  1. 1 nutuk saron
    11 Juli 2008 pukul 11:16

    trus pripun meneh ko ga enten kelanjutane
    masih kurang untuk tipe puisi ending ataupun klimak ga kelihatan

  2. 11 Juli 2008 pukul 15:16

    Ya…. biarkan mengalir seperti darah dalam tubuh kita, kemudian genangan telaga darah akan menjadi sukma, sukma yang akan bergelombang menjadi kehidupan.


Tinggalkan Balasan